diam.. (part-2)

23October

semua orang berhak untuk diam..

aku diam.. karena sudah lelah untuk bermimpi..

terimakasih kepada “dia” yang tlah hadir ketika aku sedang “hitam” beberapa waktu lalu..

terimakasih telah memberi warna dan arti..

namun..

aku lelah diantara kepastian yang tak kunjung ada..

diantara rasa yang tak jelas ujungnya..

yang aku sendiri tak tau mengapa rasa itu ada..

entah sebuah pelarian semata..

atau..

memang “dia” yang terindah..

untuk itu..

aku akan diam.. selagi aku mampu..

dan aku akan mengucap maaf pada sahabat..

maaf.. jika dalam diamku.. aku tak pernah mengatakannya pada kalian..

maaf..

dan.. maaf..

Tags: ,

4 Responses to “diam.. (part-2)”

  1. Mr. waiting for the real love Says:

    jangan sampe depresi ya Di

    dan jangan sampe makin depresi karna nulis kayak gitu

    dan jangan lebih depresi lg gara2 baca comment ku

    hahahahaahahaahahaahaah

    Aku hanya bisa berdoa Didi baik2 saja

    semangat

    everything has its paths

    dan aku pun diam………

  2. Dika Says:

    terkadang diam memang menyelesaikan masalah kok di.. kalo kamu menganggapnya selesai.. aku urun saran iklaskan saja semua yang kamu lakukan.. kalo emg mau diam, ya diamlah dengan ikhlas.. tapi kalo itu menyiksa ya berbuatlah sesuatu agar km nyaman..

    berharap itu perlu, tapi realistis juga…

    so jangan buang waktumu untuk memikirkan seseorang yang belum tentu juga memikirkanmu.. pikirkan saja orang disekitarmu yang mungkin saja terlupa tapi sbenernya mereka malah yang bner2 sayang ma kamu..

    oke semangat…

    semoga membantu.. :)

  3. blue_rainbow Says:

    setujuu!!!!
    itu yg terpikir ttg “semua org berhak diam”…

    tapi kenapa harus diam?? kenapa lelah bermimpi??
    mimpi adalah kunci utk menaklukan dunia (nidji, 2008)
    mimpi adalah energi yg mencetuskan aksi
    mimpi adalah api dari lentera harapan….
    …lentera yg memberi nyala bagi damai, iman dan cinta yang tlah padam

    bersyukur lah pada warna yg ditinggalkan “dia” sang bianglala
    namun jgn lupakan langit biru yg membentang dr cakrawala
    karna pada birunya lah pelangi menggantung di angkasa

    kalo “dia” adalah bianglala…….maka kami adalah langit birunya….
    meski “dia” pergi bersama bau hujan yg memudar
    masih ada kami dengan biru yg hangat dan berpendar

    sesungguhnya……
    tanpa pelangi dunia tak kiamat….
    walau cuma punya biru langit ga jelek2 amat….
    tak perlu gundah karna pudarnya rasa yg kau anggap keramat
    karna yang abadi adalah ikatan yg bernama sahabat

    dari kami yg menyebutmu sahabat
    cheer up dee….

  4. otong Says:

    sahabat ada disaat kita butuh..
    dan diam merupakan pertanda bahwa kita sesungguhnya butuh mereka..
    tapi mereka tau bahwa kita lagi ingin :diam: dan suatu saat kita tidak “diam: mereka akan gantian “diam” mendengarkan
    …..

Leave a Reply

brought by WordPress Themes